Seandainya penghipnotis berhadapan dengan korban terutama dengan jalan menatap matanya. Jika penghipnotis sedikit menggelengkan kepala, biasanya si korban pun akan mengikuti gelengan tadi. Tandanya orang tersebut sudah terpengaruh. Jika hal tadi terjadi artinya penghipnotis akan dituruti setiap ucapannya oleh si korban.
Namun hipnotis bukan hal yang mutlak bisa mengenai/mempengaruhi setiap orang. Kecenderungan orang yang dapat dihipnotis, hanyalah yang “mau” dihipnotis. Pertanyaannya? Apakah korban perampasan barang dengan cara dihipnotis korbannya “mau”? Jawaban menurut ilmu hipnotis, “ya”. Tapi kenapa si korban setelah diambil barang-barangnya baru menyesal? Kenapa mau dihipnotis? (Jika yang memiliki ilmu hipnotis digunakan untuk kejahatan).
“Mau”, disini bukan berarti bersedia dirampok, atau memberikan barang secara cuma-cuma. Namun si korban memiliki daya “mau” dalam arti membiarkan pengaruh hipnotis itu lolos. Mengapa? (nanti akan kita urai).
Sebelum penulis memberi tahu cara menguasai ilmu hipnotis, akan mengulas dulu bahwa tidak setiap orang dapat dihipnotis. Para penghipnotis akan mudah memasukan kekuatan hipnotisnya pada orang yang “bersedia” dihipnotis. Jika seandainya tidak? Maka ada cara lain bagi penghipnotis supaya bersedia? (untuk hipnotis hiburan, permainan).
Bersambung…….
kapan sambungannya om