Baiklah sebebelum memasuki bahasan pokok, kita bercerita dulu tentang ilmu lain, misalnya ilmu sihir, menaklukkan jin, sebaliknya manusia takluk kepada jin (yang bisa melahirkan ilmu sihir, gendam, pelet, santet dan sebangsanya). Ilmu sihir sangat populer pada zaman Fir’aun, hampir seluruh pengikutnya mengusai ilmu tersebut dengan level sangat tinggi. Namun semua sihir yang dipertontonkan mereka dihadapan Fir’aun untuk menaklukkan Nabi Musa as., seluruhnya tidak mempan melawan mujijat yang diturunkan Allah kepada Musa (mujijat tidak bisa dipelajari).
Sihir tidak berlaku di zaman Nabi Sulaiman as., karena seluruh jin, baik yang muslim atau pun yang kafir berada dibawah kekuasaan Nabi. Disitu jin semuanya tunduk kepada sang Nabi atas kehendak Allah, sehingga bisa disuruh apa saja. Tidak satu pun dari bangsa jin yang bisa membantah Nabi Sulaiman as.
Selain ilmu tersebut di atas ada pula ilmu kanuragan, yang mengandalkan fisik, strategi dan keahlian beladiri. Misalnya di Zaman Nabi Muhammad SAW., yang menganjurkan umatnya untuk belajar naik kuda, memanah, beladiri (berperang/kanuragan). Sehingga di lingkungan muslim terkenal Jendral yang tidak pernah kalah menghadapi musuh, yaitu Khalid bin Walid, selain ahli strategi juga ahli beladiri dan mengendarai kuda.
Kemudia pada zaman berikutnya, di Indonesia penulis pernah memperhatikan beberapa pesantren yang ternyata di dalamnya diajarkan pula beragam ilmu kanuragan atau beladiri. Tapi bukan tujuan untuk menyombongkan diri dan berbuat keonaran, hanya sekedar untuk bekal bela diri. Hanya sekedar Contoh yang mudah dan supaya tidak termasuk ria/takabur/sombong, lihatlah gambaran si Pitung, seorang santri, lihat pula para Kiai/ulama dalam film Mak Lampir, mereka rata-rata jago kanuragan/beladiri. Itu hanya sekedar contoh tentang sebuah gambaran nyata, yang tidak seharusnya menyebutkan pesantren mana, kiai mana, perguruan mana. (Jika tidak setuju boleh berkomentar).
Sekarang kita kembali pada pokok permasayalahan yang akan kita urai, kita bahas bersama. Penulis mengupas dan membahas seperti yang tertulis pada judul di atas bukan bertujuan macam-macam, namun hanya satu macam saja, yaitu ingin berbagi pengalaman….mudah-mudahan sama…kalau berbeda harap maklum, mungkin kita berbeda jalan ketika menuju sesuatu….
Bersambung………
Artikel menarik. Ikutin terus ah