Utusan dari Demak Bintoro menambat kudanya di bawah pohon rindang. Sunan Kalijaga melangkah pelan dikuti yang lainnya, matanya menyapu kaki bukit tempat Syekh Siti Jenar bersemayam. Anak tangga berbaris hingga menyentuh ketinggian bukit, untuk mengantar siapa saja yang hendak menemui penghuninya.
“Kanjeng, itulah tangga susun menuju padepokannya.” lirik Pangeran Bayat.
“Sangat banyak anak tangganya!” gerutu Pangeran Modang, [...]
Arsip untuk Oktober, 2008
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 85
Diposkan dalam Cerber pada Oktober 29, 2008 | 1 Komentar »
TATAPAN KOSONG
Diposkan dalam cerpen pada Oktober 26, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Herdi Pamungkas
Perempuan berkulit putih, leher jenjang, kaki belalang, mendesah lambat. Buliran keringat bercampur embun mulai membasahi sekujur tubuhnya, seiring dengan jeritan lirih yang meluncur dari mulutnya.
***
Kerutan kulit dibawah matanya, tampak jelas terseret usia yang semakin lanjut. Masa paruhbaya telah terlewati dengan deru marah, serta dendam yang selalu menyelinap diantara sela-sela tulang iganya. Berkali-kali mencaci [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 84
Diposkan dalam Cerber pada Oktober 22, 2008 | Leave a Comment »
“Lihat saja nanti.” melangkah pelan keluar dari ruang padepokan, seakan-akan menyambut tamu yang akan datang.
Para muridnya yang berada di dalam ruangan belum juga keluar, mereka hanya mengantar langkah gurunya dengan tatapan mata penuh pertanyaan.
Matahari semakin ketakutan, menyelinap di antara gelapnya mega yang bergulung-gulung. Angin semakin kencang dibarengi petir dan kilat, seakan menjadi-jadi.
Utusan Negeri Demak Bintoro [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 83
Diposkan dalam Cerber pada Oktober 16, 2008 | 1 Komentar »
“Mudah-mudahan berhasil,” ujar Sunan Giri, “Kita harus segera menjatuhkan hukuman. Jika dibiarkan terlalu lama, saya takut ajarannya semakin meluas. Sebab apa yang diajarkannya sangat kental dengan kehidupan masyarakat Demak sebelumnya.”
“Mudah-mudahan,” ujar Sunan Bonang.
“Pertama ajarannya benar-benar sesat. Masa tuhan bisa manunggal dengan dirinya, manunggaling kawula gusti.” ujar Pangeran Bayat, “Kedua saya melihat dengan mata kepala sendiri, [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 82
Diposkan dalam Cerber pada Oktober 12, 2008 | Leave a Comment »
***
“Gusti, maafkan kami tidak berhasil membawa serta Syekh Siti Jenar.” Pangeran Bayat merunduk di depan Raden Patah.
Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gresik, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Ngudung, Sunan Geseng, Sunan Gunung Jati, Sunan Muria, Pangeran Modang dan para adipati telah lama berada di atas tempat duduknya. Dalam bhatinnya masing-masing memikirkan dan mencerna, [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 81
Diposkan dalam Cerber pada Oktober 7, 2008 | 2 Komentar »
“Mengapa mereka demikian, Syekh?” Ki Donoboyo mendekat, “Tidakah mereka memiliki ilmu yang setarap dengan, Syekh?”
“Jika andika bertanya tingkatan, artinya ada yang tinggi dan rendah.” Syekh Siti Jenar menghentikan langkahnya, “Padahal tidak semestinya kita menilai manusia dengan tingkatan. Semua manusia
dihadapan Allah sama. Yang membedakan hanyalah cara mensyukuri segala hal yang diberikanNya.”
“Maksudnya?”
“Menggunakan sesuatu sesuai dengan yang seharusnya….”
“Masih [...]
Ucapan Selamat Tahun Baru 2009
Diposkan dalam Ucapan pada Oktober 6, 2008 | 10 Komentar »
1. Tahun ini ‘kan berlalu, laksana anak panah terlepas dari busurnya. Pajar baru di tahun yang akan datang, semoga menjadi lembaran baru yang lebih baik. Selamat tahun baru 2009 M, semoga lebih maju dan sukses.
2. Serpihan malam bulan separuh, jelang hari baru pertanda tiba. Kembang api membuncah ke angkasa sambut tahun muda 2009. Selamat tahun [...]