Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Juli, 2008

“Tidak perlu khawatir, Ki Angeng Pengging.” lalu Syekh Siti Jenar memutar tatapan matanya, “Lihatlah, daun kering dan ranting yang Ki Chantulo genggam. Jasad manusia tak ubahnya ranting dan daun kering, jika sampai pada waktunya akan jatuh di atas tanah. Penyebabnya bisa karena tertiup angin sepoi-sepoi, mungkin saja ditebas pemilik kebun, bisa juga dimakan ulat atau [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Nah, itulah Ki Ageng Pengging.” Syekh Siti Jenar melangkah pelan, “Makanya Islam mengajarkan jika di antara kita terjadi perbedaan paham sebaiknya dikembalikan pada alquran dan assunnah. Semua perbedaan pendapat dan pemahaman bisa diselesaikan dengan cara musyawarah. Tidak semestinya melakukan tindakan yang tidak diridhoi Allah, apalagi menciptakan laknat. Bukankah Islam mengajarkan bahwa kita harus selalu menebar [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Ya,” Kebo Kenongo tersenyum, “Pencapaian itulah yang memerlukan proses yang cukup lama dan panjang. Hingga terkadang orang merasa putus asa…”
“Putus asa, penyebab petaka. Itu tidak perlu terjadi,” terang Syekh Siti Jenar, “Untuk menghindari keputusasaan dalam hal pencapaian diperlukannya guru yang selalu membimbing dan mengarahkan.”
“Benar, supaya tidak kesasar dan gila?”
“Ya, mungkin kata lain sesat. Orang akan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Suasana istana yang hening terusik dengan isak tangisnya Raden Patah, seakan-akan mengubah dan memecah suasana. Pangeran Bayat semakin menundukan kepalanya, dagunya seakan-akan menyentuh lutut, hatinya mulai ketar-ketir, jika seandainya Raden Patah marah.
Sunan Giri hanya berbagi tatap dengan para wali, termasuk Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Drajat, dan Sunan Gunung Jati. Mereka [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Maafkan saya, Kanjeng.” Raden Patah perlahan mengangkat kepalanya, “Jika itu terjadi dan menimpa rakyat negeri Demak Bintoro, mungkin saya sebagai pemimpin akan menerima hukumannya di akhirat. Mudah-mudahan yang dilaporkan Dimas Bayat benar. Hal itu tidak terjadi di negeri ini….”
“Yakinkah, Raden?”
“Saya percaya pada Dimas Bayat, Kanjeng Sunan.”
“Hamba melaporkan dengan sesungguhnya. Berdasarkan pendengaran dan penglihatan hamba.” ujar [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Terimakasih atas sambutannya, Raden.” Sunan Giri lalu duduk di atas kursi yang telah disediakan. Diikuti para wali lain menempati kursi yang telah disediakan.
“Rasanya sangat bahagia hati ini, batin pun terasa tentram jika sudah bertemu dengan para wali yang terhormat.” Raden Patah perlahan duduk kembali di atas singgasana kerajaannya, para abdi pun mengikuti. “Sudah sekian lama [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Bagus,” ujar Loro Gempol, “Sekarang kesaktian saya telah bertambah. Mengapa tidak digunakan untuk kembali mengadakan penyerangan terhadap Kademangan Bintoro?”
“Haruskah malam ini?” tanya Kebo Benongo. “Tidakah merasa lelah sepulang dari padepokan?”
“Tidak!”
“Gempol, bukannya saya tidak percaya pada tendangan maut yang baru saja andika miliki.” Kebo Benowo mendekat, “Cukupkah jumlah prajurit kita untuk menggempur Kademangan Bintoro?”
“Benar!” Joyo Dento [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tidak lama berselang terdengar suara kuda yang bergerak ke arah mereka. Dua ekor kuda yang ditunggangi Kebo Benowo dan Loro Gembol telah berada di tengah-tengah pengikutnya.
“Ki Gempol,” ujar Joyo Dento mendekat, “Terlihat segar malam ini….”
“Benar, Dento.” Loro Gempol turun dari punggung kuda, “Syekh Siti Jenar benar-benar hebat. Hanya dengan tatapan mata beliau menyembuhkan luka dalam [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Kanjeng Sunan Bonang?” Sunan Drajat mengangukan kepala, meski tidak mengerti. Hatinya seakan-akan disusupi nasihat yang sebelumnya tidak pernah diketahui. “Saya harus menafsirkannya…”
“Apa yang telah terjadi? Kenapa saling memberi isyarah?” Pangeran Bayat kebingungan. “Kanjeng Sunan Giri?”
“Saya juga tidak terlalu paham, Pangeran.” bisiknya, lalu menatap Sunan Bonang. “Kanjeng Sunan Bonang?”
“Tidak ada hal yang perlu dikhawtirkan, Kanjeng Sunan [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Saya setuju!” ujar Pangeran Bayat. “Apa pun yang terjadi jika itu keputusan raja, sudah semestinya kita taati.”
“Baiklah.” Sunan Kalijaga menganggukan kepala, tatapan matanya tertuju pada Sunan Bonang, mata hatinya mulai bersentuhan dan bercakap-cakap. ‘Kanjeng Sunan Bonang, saya secara syariat tidak bisa melawan kehendak Allah.’
‘Ya, karena itu sudah menjadi sebuah taqdir dan ketentuan yang mesti dijalani. [...]

Untuk mentranslate bahasa