“Pengertian sesat?” Sunan Giri memutar tatapannya, “Saya menyimpulkan, jika Syekh Siti Jenar sudah menganggap shalat lima waktu tidak wajib, puasa bulan ramadan tidak wajib. Hidup untuk mati, mati untuk hidup. Jelas sesat! Sudah keluar dari esensi Islam yang sesungguhnya.”
“Tidakah kita menelisiknya terlebih dahulu, Kanjeng Sunan Giri?” Sunan Kalijaga beradu tatap.
“Apa lagi yang mesti kita selidiki, [...]
Arsip untuk Juni, 2008
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 61
Diposkan dalam Cerber pada Juni 30, 2008 | 1 Komentar »
Kisah Pantun Cinta Terlarang (2)
Diposkan dalam Pantun pada Juni 28, 2008 | 2 Komentar »
4.Makan pagi di kereta
Asik sambil bercerita
Namun yang namanya cinta
Tak pernah mengenal kasta
5.Banyak hal jadi cerita
Tanpa ada rekayasa
Mereka saling mencinta
Bukan karna harta benda
6.Anak rusa pun terjatuh
Tertimpa buah cempedak
Tapi cinta itu tumbuh
Datang dengan tiba-tiba
7.Ke pasar beli cempedak
Kalau pulang naik becak
Tak kenal miskin dan kaya
Karna cinta memang buta
8.Datanglah ke pusat kota
Jangan sampai naik kuda
Datanglah satu ketika
Mereka untuk berjumpa
9.Bawa [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 60
Diposkan dalam Cerber pada Juni 26, 2008 | Leave a Comment »
“Itulah yang terjadi di Kademangan Bintoro, Gusti Pangeran.” Demang Bintoro menganggukan kepala, “Pantas mereka mempengaruhi rakyat kademangan dengan ajaran yang menyesatkan, hingga pada suatu malam terjadi penyerbuan. Namun yang paling aneh, ketika salah satu diantara mereka tertangkap, membenturkan kepalanya pada batu hingga tewas.”
“Itulah yang mereka anggap jihad!” ujar Pangeran Bayat, “Tentu saja mereka akan memilih [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 59
Diposkan dalam Cerber pada Juni 24, 2008 | Leave a Comment »
“Gusti Pangeran, juga Kanjeng Sunan yang saya hormati, ajaran itu benar-benar menyesatkan. Hidup itu untuk mati, mati itu untuk hidup, akhirnya banyak rakyat Kademangan Bintoro yang bunuh diri.” Ki Demang berhenti sejenak, “Saya selanjutnya melakukan penyelidikan bersama Ki Sakawarki. Ternyata bukan hanya isapan
jempol belaka tentang kesesatan ajaran Syekh Siti Jenar itu.”
“Saya semula tidak percaya tentang [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 58
Diposkan dalam Cerber pada Juni 22, 2008 | Leave a Comment »
“Bertahap?” gumam Kebo Kenongo, “Mengapa Syekh memberikan apa saja yang diminta orang tanpa melalui tahapan?”
“Bukankah tadi telah saya uraikan? Kenapa tidak jika saya telah berada dalam lingkar dzat Maha Pemurah, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Manunggaling Kawula Gusti.”
“Hhhhhmmmmmm….” Kebo Kenongo menarik napas dalam-dalam, pikirannya mencoba mencerna segala uraian yang telah disampaikan Syekh Siti Jenar. Terkadang [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 57
Diposkan dalam Cerber pada Juni 12, 2008 | 2 Komentar »
“Hiattttt!” Loro Gempol loncat, tendangannya menghantam batu. Tidak pelak lagi, hancurlah berkeping-keping. “Terimaksih, Syekh. Akhirnya saya bisa mebalas Ki Sakawarki. Sekarang juga saya mohon pamit.”
“Gempol….Gempol…” Kebo Kenongo hanya menggelengkan kepala menyaksikan Loro Gempol dan Kebo Benowo, yang sudah turun dari padepokan Syekh Siti Jenar. Hingga lenyap ditelan ketinggian. “Masih ada orang seperti dia? Kenapa pula [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 56
Diposkan dalam Cerber pada Juni 10, 2008 | Leave a Comment »
“Subhanallah…..” Kebo Kenongo terbelalak untuk kesekian kalinya, kedipun seakan-akan hilang dari kelopak matanya.
“Itulah manunggaling kawula wujud. Dalam tahapan ma’rifat seutuhnya manusia bisa memisahkan jiwa dengan jasad, menyatukannya kembali. Namun itu bukanlah mati, sebab jasad yang saya lepas dalam keadaan hangat. Hanya gerak dan geriknya berada di luar.”
“Lantas orang yang bisa meringankan tubuh dan mengeluarkan tenaga [...]
Ritual Sex (Kisah Cinta Terlarang Sang Pangeran dan Permaisuri) 63
Diposkan dalam Dewasa pada Juni 10, 2008 | 1 Komentar »
“Tentu saja, Bunda.” Pangeran Samudra menggenggam bahu Permaisuri, ditariknya pelan hingga tersandar didadanya. “Lihatlah pahatan-pahatan gambar di dinding itu….”
“Para pemahat dengan tekun dan apik membuatnya….” Permaisuri mengangkat wajahnya hingga beradu dengan Pangeran Samudra. “…hingga goresan-goresan halus yang mudah dipahami…”
“Mudah jugakah untuk dipelajarinya, Bunda?” Pangeran Samudra mulai mengusik permaisuri dengan gerakan tanganya.
“Tergantung….” desisnya. Perlahan Dewi Ontrowulan [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 55
Diposkan dalam Cerber pada Juni 6, 2008 | Leave a Comment »
“Andika tidak akan bisa melihat saya di sana. Karena wujud saya tidak di sana.” suara Syekh Siti Jenar semakin menempel di dalam gendang telinga keduanya.
“Dimanakah, Syekh?” teriak Kebo Benowo, tidak menghentikan langkahnya. Hingga keduanya telah berada di atas tangga terakhir, dalam jarak beberapa depa dari gerbang padepokan. “Itu beliau, sedang berbincang-bincang dengan Ki Ageng Pengging.” [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 54
Diposkan dalam Cerber pada Juni 5, 2008 | Leave a Comment »
Penunggang kuda yang berada disampingkanannya tampak tegap dan kuat, tangan kirinya menuntun kuda disebelahnya, tampak terhuyung. Meringis kesakitan, tangannya berkali-kali memijit dadanya.
“Aduhhhhh…..sakit…sesak….” keluhnya.
“Tenang, Gempol. Padepokan Syekh Siti Jenar telah dekat.” ujar Kebo Benowo, mempercepat langkah kuda yang ditungganginya.
“Saya sudah tidak kuat lagi, Ki Benowo.” keluh Loro Gempol, “Punya ajian apa sesungguhnya Kiai Kademangan Demak itu?”
“Saya [...]