“Benar, Guru. Kemarin saya melewati pasar, di sana banyak orang miskin yang berbicara ngelantur. Serta dari mulutnya komat-kamit menyebut nama syekh Siti Jenar.”
“Apa yang dibicarakannya?” Ki Sakarwaki menyapu wajah santri dengan tatapan matanya, “Ngelanturnya seperti apa sehingga andika menyimpulkan sesat?”
“Mereka berbicara bahwa hidup itu lebih indah dari pada mati. Tidak ada artinya kita hidup jika [...]
Arsip untuk Mei 16th, 2008
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 49
Diposkan dalam Cerber pada Mei 16, 2008 | 1 Komentar »