1. Ada buah dan kereta
Ada juga bakar ikan
Ini kisah pantun cinta
Pertemuan dua insan
2. Belilah buah kemiri
Beli juga kembang gula
Si Rokana dan Rosini
Keduanya saling cinta
3. Kalau masak pagi hari
Jangan lupa ikan sepat
Rosini anak petani
Rokana anak pejabat
Bersambung……..
Arsip untuk Mei, 2008
Kisah Pantun Cinta Terlarang (1)
Diposkan dalam Pantun pada Mei 30, 2008 | Leave a Comment »
Pantun cinta 2
Diposkan dalam Pantun pada Mei 18, 2008 | 1 Komentar »
Kalau beli burung beo
Jangan lupa kasih teman
Jika kamu memang cowok
Hendaklah bersikap jantan
Jika pergi ke jepara
Jangan lupa cendramata
Rinduku kian membara
Hanya kamu yang ku cinta
Ke hutan hendak berburu
Yang dapat anak kelinci
Kasihku jangan cemburu
Cintaku setulus hati
Meski gunung menghalangi
Tetap harus ku langkahi
Kemana pun engkau pergi
Kamu tetap yang ku kasih
Kalau kamu beli bawang
Jangan lupa buah beri
Wahai kasih yang ku sayang
Engkaulah [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 49
Diposkan dalam Cerber pada Mei 16, 2008 | 1 Komentar »
“Benar, Guru. Kemarin saya melewati pasar, di sana banyak orang miskin yang berbicara ngelantur. Serta dari mulutnya komat-kamit menyebut nama syekh Siti Jenar.”
“Apa yang dibicarakannya?” Ki Sakarwaki menyapu wajah santri dengan tatapan matanya, “Ngelanturnya seperti apa sehingga andika menyimpulkan sesat?”
“Mereka berbicara bahwa hidup itu lebih indah dari pada mati. Tidak ada artinya kita hidup jika [...]
Bukan Pantun Cinta, Kata Terkait
Diposkan dalam Pantun pada Mei 14, 2008 | Leave a Comment »
Jaka sembung bawa golok
gak nyambung goblok
Dulu kereta sekarang kuda
Dulu suka sekarang cinta
Pake peci sama bondu
Dulu benci sekarang rindu
Dulu kentang sekarang kayu
Pulang bareng yuk!
Dulu kentang sekarang kayu
Makan siang yuk!
Ada macan makan tahu
Kita kencan yuk!
Makan kentang sama tahu
Pulang bareng yuk!
Makan gule pakai setik
Baru tahu, kalau gue emang cantik
Ayam bangkok makan sakoteng
Gue emang cowok ganteng
Minum jamu pake golok
Dasar [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 48
Diposkan dalam Cerber pada Mei 11, 2008 | Leave a Comment »
“Kita akan melakukan penyerangan jelang tengah malam.” jawab Joyo Dento. “Ketika mereka lengah dan baru saja menuju tempat tidur untuk bercengkrama dengan mimpi-mimpinya.”
“Ya, saya setuju!” ujar Loro Gempol diiringi tawanya yang berderai. “Hai, para pasukan gelap sewu! Andika dalam penyerangan nanti jangan ragu-ragu untuk membunuh. Tidak perlu kalian mengasihani musuh sebelum mereka bertekuk lutut!”
“Siap!” jawab [...]
Ritual (Kisah Cinta Terlarang Sang Pangeran dan Permaisuri) 60
Diposkan dalam Dewasa pada Mei 11, 2008 | Leave a Comment »
Para prajurit bergerak menyisir setiap sudut dan sisi taman mencari tahu tempat persembunyian penyelinap.
“Celaka kalau sampai ketahuan. Apalagi jika tertangkap oleh prajurit pengawal, sudah barang tentu akan mendapat hukuman berat.” gumam Permaisuri penuh dengan rasa khawatir, sejenak bagaikan salah tingkah di depan halaman keputren.
“Gusti, mohon maaf!” seorang pengawal mengacungkan sembah. “Atas perintah Sripaduka, Gusti Permaisuri [...]
Pantun Cinta Pasir Putih
Diposkan dalam Pantun pada Mei 7, 2008 | Leave a Comment »
Di atas kertas putih
‘tlah ku tulis tentang engkau
di atas pasir putih
senyummu amat memukau
Pagi ini amat sejuk
paling enak minum kopi
pada debur kau meliuk
cantikmu memikat hati
Kalau kita makan roti
jangan lupa tambah selai
meskipun kamu berlari
tetap saja ‘kan ku buai
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 47
Diposkan dalam Cerber pada Mei 5, 2008 | Leave a Comment »
“Rasanya, tidak perlu dipahami untuk saat ini. Pemahaman tentang hal tadi akan andika genggam menjelang peristiwa itu mendekat.” terang Syekh Siti Jenar tenang. “Meski andika tahu akan hal tadi, amalkanlah hamamayu hayuning bawana. Bertebaranlah seperti sebelumnya andika di atas tanah jawa dwipa ini untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam.”
“Baiklah, Syekh. Saya tetap akan menebar rahmat bagi [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 46
Diposkan dalam Cerber pada Mei 4, 2008 | Leave a Comment »
“Itu pasti akan tercapai, Ki Ageng Pengging. Selama kita tidak berhenti berusaha.” terang Syekh Siti Jenar.
“Syekh, saya ingin kembali menanyakan tentang sabda alam tadi.”
“Silahkan, Ki Chantulo!”
“Maksud dari berita kematian itu seperti apa? Bukankha kita semua pasti akan mati?””Benar, Ki Chantulo. Namun maksudnya disini ada keterkaitan dengan Kerajaan Demak. Kematian yang dimaksud disini terkait dengan para [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 45
Diposkan dalam Cerber pada Mei 1, 2008 | 2 Komentar »
“Tidakah andika melihat sabda alam tadi?” Syekh Siti Jenar membelokan tatapannya melalui jendela padepokan ke arah mentari yang hampir menghilang di balik punggung gunung. “Alam memberikan pesan berdarah?”
“Saya belum paham?” Ki Chantulo garuk-garuk kepala.
“Artinya berujung pada kematian. Namun andika jangan takut akan kematian, sebab cepat atau pun lambat pasti akan datang.” Syekh Siti Jenar menyapu [...]