“Benar, Ki Bisono. Baru saja kita akan bertanya tentang sabda alam dan pesannya, beliau sudah mengawali kalimat dengan yang akan kita tanyakan.” bisik Ki Ageng Tingkir, “Syekh Siti Jenar benar-benar waspada permana tinggal.” berdecak kagum.
“Hamamayu hayuning bawana, yang telah andika amalkan belumlah cukup. Sehingga alam pun tidak utuh memberikan sabdanya, namun meskipun demikian andika telah [...]
Arsip untuk April, 2008
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 44
Diposkan dalam Cerber pada April 28, 2008 | Leave a Comment »
Ritual (Kisah Cinta Terlarang Sang Pangeran dan Permaisuri) 58
Diposkan dalam Dewasa pada April 28, 2008 | Leave a Comment »
“Tidak mengapa jika demikian, Pangeran.” Dewi Citra ningrum bergerak pelan seirama dengan nyanyian yang didendangkan Pangeran Samudra. “…meski pun hanya sebentar hamba sangat bahagia…”
Sejenak tidak lagi terdengar suara yang bercakap, selain desah nafas berat yang keluar dari hidungnya masing-masing saling menyapu wajahnya. Mereka terus berjalan menuju puncak dan tujuan, meski keringat sudah membasahi tubuhnya, sama [...]
Ritual (Kisah Cinta Terlarang Sang Pangeran dan Permaisuri) 57
Diposkan dalam Dewasa pada April 25, 2008 | Leave a Comment »
“Pangeran…” dadanya mulai bergejolak, ketika menatap wajah Pangeran Samudra. “Teryata masih terlelap tidur, lalu waktu aku tadi meletakan makanan dan minuman di meja? Juga kenapa dia melempar saputangan ini? Jika demikian….”
Pangeran Samudra mengintip gerak gerik Dewi Citraningrum, meski pura-pura tidur. ‘Celaka kalau seandainya dia tahu, di sudut taman itu ada lorong rahasia yang tembus ke [...]
Sisindiran Cinta
Diposkan dalam Sisindiran, Label Sisindiran pada April 25, 2008 | 1 Komentar »
Rincik rincang rincik rincang
aya roda na tanjakan
sidik pisan sidik pisan
nyai teh bogoh ka akang
Mun arek neang paraji
geus pasti rek ngalahirkeun
mun peuting kabawa impi
mun beurang sok kagundamkeun
Tuh tempo ka lebah ditu
katumbiri nutug leuwi
duh enung jungjunan kalbu
geulisna kawanti-wanti
Mun pareng rek ka cilawu
ulah poho mawa baki
nu geulis tungkusan kalbu
hayu urang lakirabi
Lamun arek nepak kendang
kade kudu ati-ati
duh engkang jajaka [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 43
Diposkan dalam Cerber pada April 22, 2008 | Leave a Comment »
“Meskipun kita bisa merasakan belumlah bisa mentafsirkan tentang pesan yang alam sampaikan.” tambah Ki Ageng Tingkir.
“Benar, Ki Ageng Tingkir.” Ki Chantulo menarik napas dalam-dalam. “Meski sukma kita sanggup berkomunikasi dengan alam, bertaut, dan bergumul. Rasanya sulit untuk meterjemah dan menafsirkan sabda alam?”
“Padahal kita tahu maksud alam dengan kabaran dan berita yang dibawanya?” tambah Ki Donoboyo, [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 42
Diposkan dalam Cerber pada April 21, 2008 | Leave a Comment »
“Janganlah andika berkata demikian, Gempol!” tatap Kebo Benowo. “Bukankah Syekh Siti Jenar juga guru kita dan telah mengajarkan ilmu yang kita pinta, sehingga memiliki kesaktian tak terbatas.”
“Namun menurut hemat saya, mereka itu telah benar-benar mempelajari ilmu yang di anut Syekh Siti Jenar?” kerut Joyo Dento.
“Bukankah kita juga mempelajari ilmu beliau?” tukas Loro Gempol, “Tapi kita [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 41
Diposkan dalam Cerber pada April 20, 2008 | 1 Komentar »
“Baiklah, Ki Demang.” ujar Sunan Giri, seraya memutar pandangannya pada para wali dan ulama yang berkumpul dalam persidangan di dalam masjid Demak. “Mungkin tidak wali yang pergi ke kademangan. Siapakah di antara ulama yang siap melakukan tugas ini, menyertai Ki Demang?”
Keadaan hening sejenak, para wali dan ulama saling tatap satu sama lain. Etah apa yang [...]
AKU TAK PENGECUT
Diposkan dalam puisi cinta pada April 18, 2008 | Leave a Comment »
Mentari pagi kirimkan sinar
Secerah pesona yang kau tebar
Wangi tubuhmu semerbak nan mewangi
Mengusik ketenangan relung batinku
Hingga bangkit berjuta harapan,
membayangi hari-hariku
menyambangi mimpi-mimpiku
menyelinap dalam igaku
terselip di sanubari
Akhirnya ku berharap
Diriku jadi milikmu
atau aku memilikimu
Semuanya tidak ada yang salah
Semuanya hanya demimu
Semuanya hanya untukmu
Rinduku semakin menggebu
Harapanku semakin membuncah
Hingga bertarung antara rinduku dan malu,
Ku tekan rasa malu
Kuungkap rasa cinta
Demi rasa rindu yang [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 40
Diposkan dalam Cerber pada April 17, 2008 | Leave a Comment »
“Sudahlah! Andika tidak perlu bertanya lagi tentang taqdir. Jalani saja ambisi dan rencana semula. Jika ingin berhenti silahkan!”
“Tapi tidak mungkin saya menghentikan rencana ini. Sebab kesempatan dan peluang baik seperti sekarang hanya datang satukali, mengingat dukungan penuh Kebo Benowo juga para pejuang Majapahit yang tidak menyukai bayang-bayang kekuasaan Raden Patah.”
“Sudah terjawab bukan? Apa yang saya [...]
Ritual (Kisah Cinta Terlarang Sang Pangeran dan Permaisuri) 56
Diposkan dalam Dewasa pada April 17, 2008 | Leave a Comment »
“Bunda janji, Pangeran. Akan selalu menyambut kedatangan ananda dengan kehangatan dan pelukan kasih sayang…”
“Terimaksih, Bunda.” Pangeran Samudra perlahan melepas pelukan, lalu membalikan tubuh dan menyelinap keluar dari benteng keputren. Menyelinap melalui lorong rahasia.
Pangeran Samudra selangkah lagi keluar dari balik pohon dan bongkahan sudut lorong yang ditumbuhi semak belukar dan dedaunan pohon pagar.
“Ee…kenapa di depan sana [...]