Oleh Herdi Pamungkas “Karena tujuan pendekatan mereka untuk meraih dan memohon kebaikan lahiryah saja.” terang Syekh Siti Jenar. “Ketika merasa sudah terkabul keinginannya, kemudian melupakan Allah.” “Bukankah tidak semua orang seperti itu, Syekh?” tanya Kebo Kenongo. “Tidak, hanya hitungannya lebih banyak.” Syekh Siti Jenar melipat jari jemarinya. “Sangat sedikit orang yang punya kecenderungan untuk mengikat [...]
Arsip untuk Februari, 2008
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 22
Diposkan dalam Cerber pada Februari 29, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 21
Diposkan dalam Cerber pada Februari 27, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
“Hahaha…ini bukan ilmu sihir bodoh! Tapi ilmu miliknya orang sakti yang berasal dari Sang Pencipta Alam Semesta.” ujar Loro Gempol. “Percaya kalian sekarang pada saya? Jika percaya dan tidak punya lagi keberanian sebaiknya jadi pengikut saya! Tunduk pada saya!” “Mana mungkin saya harus tunduk pada andika? Sedangkan saya belum andika kalahkan.” tantang Joyo Dento. “Jadi [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 20
Diposkan dalam Cerber pada Februari 26, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
“Masa andika tidak mendengar? Bukankah saya menyuruh andika dan kawan-kawan agar tunduk!?” Loro Gempol dengan sorot mata meremehkan. “Tunduk? Jangan harap, keparat!” Joyo Dento mencabut keris dari sarungnya. “Memangnya andika seorang senapati? Enak saja.” “Hahaha…ternyata andika punya keberanian Joyo Dento?” Loro Gempol tidak bergeming melihat ketajaman ujung keris yang terhunus. “Kawan-kawan, habisi dia!” perintah Joyo [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 20
Diposkan dalam Cerber pada Februari 25, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas ”Masa andika tidak mendengar? Bukankah saya menyuruh andika dan kawan-kawan agar tunduk!?” Loro Gempol dengan sorot mata meremehkan. “Tunduk? Jangan harap, keparat!” Joyo Dento mencabut keris dari sarungnya. “Memangnya andika seorang senapati? Enak saja.” “Hahaha…ternyata andika punya keberanian Joyo Dento?” Loro Gempol tidak bergeming melihat ketajaman ujung keris yang terhunus. “Kawan-kawan, habisi [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 19
Diposkan dalam Cerber pada Februari 24, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas “Banyak cara untuk menuju Allah. Laksanakanlah itu, baru andika akan bisa. Mintalah apa yang andika inginkan.” terang Syekh Siti Jenar. “Saya tidak mengerti dan paham, Syekh.” Kebo Benowo garuk-garuk kepala. “Saya ingin langsung bisa tanpa harus melalui tahapan rumit yang Syekh sebutkan. Mustahil Syekh tidak bisa memberikannya.” “Tidak mustahil bagi Allah. Jika [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 18
Diposkan dalam Cerber pada Februari 23, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas “Benar, Syekh.” sejenak Kebo Kenongo merenung. *** “Syekh, maafkan kami menghadap.” ujar Kebo Benowo dan dua temannya. “Katakanlah!” Syekh Siti Jenar menatap Kebo Benowo dan teman-temannya. “Kalau boleh, saya menginginkan ilmu yang Syekh miliki. Namun hendaknya Syekh tidak marah terhadap permintaan saya.” Kebo Benowo dengan nada pelan. “Jika seandainya saya memiliki ilmu [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 17
Diposkan dalam Cerber pada Februari 22, 2008 | 3 Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Udara pegunungan terasa sejuk, pepohonan dan tumbuhan berdaun lebat menambah suasana asri. Padepokan yang ditata sedemikian rupa menambah khusuk para pencari ilmu. “Syekh…” Kebo Kenongo mendekat, “Shalat saya sudah selesai.” “Baiklah,” Syekh Siti Jenar bangkit dari duduknya, “Apa yang andika rasakan saat shalat?” “Tidak ada.” “Tidakah merasakan sejuknya udara pegunungan? Tidakah andika [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 16
Diposkan dalam Cerber pada Februari 21, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas “Itulah bedanya Kanjeng Sunan Kalijaga dengan Syekh Siti Jenar.” ujar si Tambun, berdiri tegak sambil memegang tombak. “Maksud andika?” “Kalau belajar dengan Kanjeng Sunan Kalijaga untuk sampai pada tahap atas harus bertahap, tidak bisa langsung. Sedangkan Syekh Siti Jenar bisa loncat pada tingkatan yang kita inginkan, buktinya dia berbicara yang tidak bisa [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 15
Diposkan dalam Cerber pada Februari 20, 2008 | 1 Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas ‘Namun biarlah waktu yang menjawab, Kanjeng. Sebab kita tidak mungkin bisa merubah alur kehidupan yang akan terjadi. Bukankah kita hanya sebatas mengetahui dengan keterbatasan ilmu kita, Kanjeng.’ urai Sunan Kalijaga dengan bahasa batinnya. *** Prajurit Demak yang pernah berhadapan dengan Syekh Siti Jenar, si Kerempeng dan si Tambun sedang berbincang-bincang di bawah [...]
Syekh Siti Jenar Menyatu dengan Dzat (Ajal) 14
Diposkan dalam Cerber pada Februari 20, 2008 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas “Bukankah tujuan dari dzikir, shalat, dan ritual itu untuk mendekatkan diri kita dengan Yang Maha Agung?” timpal Kebo Kenongo. “Benar sekali Ki Ageng Pengging.” langkahnya terhenti di tepi jalan, sejenak, lalu memandang awan yang berserak di langit biru. “Jika kita sudah dekat apalagi menyatu dengannya masihkah kita perlu melakukan upaya dan tata [...]


