Malam pun aku meraju hanya sekedar beramah-tamah perempuan pujaanku bolehkah besok ke rumah, Buah nona yang ku petik hanya untuk dinda sendiri apa kabar nona cantik masihkah dinda sendiri, Jika ada bunga kesturi kenapa mesti ayam cemani jika nona masih sendiri bolehkah saya temani, Burung dara burung merpati burung suka makan siput jika esok masih [...]
Arsip untuk Oktober, 2007
Pantun Cinta 1
Diposkan dalam Pantun pada Oktober 30, 2007 | 1 Komentar »
Pantun Cinta
Diposkan dalam Pantun pada Oktober 22, 2007 | 308 Komentar »
kembang gula di perigi untuk aku minum jamu kemana pun kamu pergi aku slalu rindu kamu meski hanya buah jambu tapi ini bisa diramu meskipun jarang ketemu cintaku hanya untukmu wahai serulig buluh perindu suaranya memikatku wahai gadis pujaanku aku sangat cinta kamu meski aku sudah kenyang tetap harus minum jamu perempuan yang ku sayang [...]
Sisindiran
Diposkan dalam Sisindiran pada Oktober 19, 2007 | 1 Komentar »
Mawa obor reujeung hayam nyieun kupat make ketan wilujeng boboran siam hapunten samudaya kalepatan
Pantun Idul Fitri
Diposkan dalam Pantun pada Oktober 19, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kalau ada buah pepaya izinkan hamba memakan kalau ada salah hamba agar sudi memaafkan
Potret Sang Pejuang
Diposkan dalam cerpen pada Oktober 16, 2007 | 1 Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Lusuh, usang, dimakan usia. Tangan gemetaran meraih, perlahan. “Kamu terlihat gagah,” ucap pak tua. “Ya, aku seorang pejuang.” jawab potret. “Kapan kamu berjuang?” pak tua menatap tajam potret pemuda berpeci, berpakaian militer. “Tidakah kamu tahu? Aku pahlawan kemerdekaan!” tentara dalam potret menatap tajam. “Pahlawan? Tidak mungkin?” pak tua mencibir. “Kenapa tidak mungkin? [...]
Zakat fitrah, antara muzaki, mustahik dan pahala-Nya
Diposkan dalam agama islam, Syiar pada Oktober 16, 2007 | 4 Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Kita selaku umat Islam jika berbicara tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan peribadatan, sudah barang tentu harus ada dasar hukumnya. Karena semua peribadahan yang kita lakukan jika tidak berdasarkan perintah agama namanya bid’ah (perkara baru), sedangkan setiap bid’ah itu adalah sesat, dalam ilmu usul fikih pun dijelaskan tentang asal muasalnya ibadah itu [...]
Perempuan Sampah
Diposkan dalam cerpen pada Oktober 8, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Perempuan muda berdiri diantara gundukan sampah yang menggunung. Matanya menatap ke atas langit yang berwarna jingga keemasan. Di atas untaian awan yang berwarna keemasan terdapat singgasana dan istana sang pangeran pujaannya. Senja sebentar lagi sirna seiring dengan datangnya malam. Gelap malam yang dinantinya, menanti pangeran sampah teman kencan paling setia. Akan turun [...]
Kiamat Pasti Datang
Diposkan dalam Syiar pada Oktober 7, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Langit, bintang-gemintang, dunia beserta isinya diciptakan untuk waktu tertentu saja, pada suatu ketika akan dihancur leburkan oleh Allah SWT. yang menciptakannya. Dunia beserta isinya juga galaksi dan jagat raya, akan lebur dan musnah. Sebagai gambaran dengan terjadinya supernova (ledakan bintang yang sudah habis masa hidupnya), lalu bangian yang sangat kecil dari hancurnya [...]
Senja di Penghujung Jalan
Diposkan dalam cerpen pada Oktober 7, 2007 | 1 Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Lelaki tua itu terus berjalan, menelusuri panjangnya jalan. Tiap langkahnya beraturan, dari langkah, demi langkah. Ke langkah berikutnya. Meskipun sangat berhati-hati dalam setiap langkahnya, agar tidak keliru dalam menghitung. Langkah lelaki tua itu hampir tak terhitung sudah berapa kilometer berjalan. Namun panjangnya jalan belum juga terhabiskan. Etah berapa jauh, dan berapa kilometer [...]
Merah Mawar
Diposkan dalam cerpen pada Oktober 7, 2007 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Oleh Herdi Pamungkas Angin kencang mulai bertiup, dengan kecepatan tinggi. Dedaunan meliuk-liuk, dahan dan ranting tidak kuat menyangganya, dahan pun patah terbang ke segala arah. Tak lama kemudian pohonpun tumbang menimpa rumah penduduk dan kendaraan yang sempat diparkir dibawahnya, diterpa angin yang sangat dahsyat. Orang menyebutkan angin topan kaemi. Setelah itu keadaan menjadi carut marut, [...]


