Feeds:
Tulisan
Komentar

Tidak setiap orang bisa dihipnotis

Ketika kita sedang baca koran, ada judul jutaan rupiah raib seorang ibu kena hipnotis, di televisi diberitakan pula korban hipnotis. Hipnotis oleh sebagain orang digunakan untuk kejahatan, terutama meraup keuntungan dengan mudah. Namun sangat ironis, mengapa “si pelaku hipnotis” bisa diciduk polisi? Mengapa hipnotis tidak digunakan “si pelaku” agar tidak ditangkap polisi?

Sesuai dengan pembahasan kita saat ini, tidak setiap orang bisa dihipnotis.

Hipnotis hanya kena pada orang yang ingin dihipnotis. Ibu korban hipnotis secara sadar atau tidak sadar kena hipnotis karena dalam batinnya punya daya ingin. Maksudnya, ketika pelaku mendekat lalu terlibat dalam obrolan. Padahal kita belum kenal dengan orang tadi, lalu “si pelaku” mulai mempengaruhi lewat obrolan. Intinya pada saat terlibat dalam obrolan “si pelaku” sedang mencari titik lemah korban. Jika titik lemah korban di ketahui “si pelaku” maka pengaruhnya akan masuk, lalu berada dalam kendalinya.

Jika pelaku memulai dengan jalur obrolan biasanya diawali dengan kalimat-kalimat yang menyeret kita pada perasaan, empati, simpati, haru, berkesan, dan lain-lain. Itulah titik lemah calon korban, maka daya kontrol pikiran normal perlahan akan sirna dengan perasaan-perasaan tadi. Dalam hal umum kebanyakan korban hipnotis adalah ibu-ibu, mengapa? Karena perempuan terkadang lebih mempergunakan perasaan. Tidak menutup kemungkinan laki-laki pun jadi korban, itu pun ketika pikiran kita sedang tidak lemah/karuan. Maksudnya daya kontrol yang bersifat “rasional”.

Penangkal Hipnotis

Kenapa polisi yang menciduk “si pelaku” tidak bisa dihipnotis? Karena situasi daya kontrol saat melakukan penangkapan berada di atas pengaruh pelaku. Seandainya setiap orang bisa menjaga daya kontrol pikiran tidak akan bisa dipengaruhi hipnotis.

Orang yang daya kontrol pikirannya kuat, suka bercanda, rata-rata sulit untuk dihipnotis. Lalu tidak mudah terpengaruh obrolan orang yang baru dikenal, bahkan orang yang sudah lama kita kenal pun. Hendaklah kita lebih mengutamakan daya kontrol yang bersifat “rasional” ketimbang “emosional” (perasaan). Orang-orang semacam itulah yang sangat sulit untuk dipengaruhi oleh hipnotis.

Sebelum kita mempelajari hipnotis sebaiknya menguasai dulu penangkalnya….

Bersambung……..

  • 1. ngaborong doran jeung hayam
    diparaban sampeu atah
    wilujeng boboran siam
    mugi urang wangsul fitrah
  • 2. boh bilih ngical kalapa
    candakna nganggo carangka
    boh bilih kalindih murka
    muga kersa ngahampura
  • 3. boh bilih ka Sukajadi
    ulah hilap meser roti
    boh bilih kalangsu dengki
    muga kersa ngamaklumi
  • 4. salami di Sukajadi
    teu ningalkeun kuring salat
    Salami urang pahiri
    urang silih pundut maaf
  • 5. lamun kuda mirip itik
    loba jalma lalumpatan
    salami urang kumelip
    tangtos seueur kalepatan
  • 6. cecendet mande kiara
    dijualan make panci
    mugi kersa ngahampura
    kuring kungsi ingkar janji
  • 7. mun cecendet mande kiara
    gera cokot hiji-jiji
    mugi kersa ngahampura
    kuring kungsi nganyenyeri
  • 8. mun indit ka Sukmanah
    ulah poho ka Pa Lurah
    mugi anjeun jembar manah
    sabab kuring niat pasrah
  • 9. hirup kumbuhna manusa
    tangtu kungsi haramjadah
    kuring pasrah tumarima
    laku lampah teu merenah
  • 10. meuli kacu ejeung gincu
    mawana bari disuhun
    rumasa ngagugu nafsu
    matak kuring nyuhun ampun
  • 11. mun indit ka Ujungberung
    bari mawa awi tali
    rumasa kungsi ngaberung
    mugi Gusti kersa nampi

“Mengapa saya harus menantang? Andai benar itu tujuan andika?”
“Baiklah!”  dorong Pangeran Modang, “Andika akan  diadili,  serta mendapatkan hukuman yang setimpal.”
“Saya kira tidak melalui pengadilan dulu?”
“Bicara apa?”
“Masa kisanak tidak dengar?”

 

“Itu  penghinaan, Syekh!” geram Pangeran Modang, “Jangan  sekali-kali andika bicara ngelantur. Untung saja belum berada  dihadapan Gusti  Sultan. Dosa dan kesalahan andika akan  bertambah,  akibat menghina  pengadilan.  Hukuman pun akan lebih  berat!  Itu  mesti andika pahami!”
“Apa artinya hukum manusia?”
“Tidak takutkah andika, Syekh?”

“Mengapa mesti takut, Pangeran. Tidakkah kehidupan manusia ini di dunia hanya sekejap.” desahnya pelan, “Tidakkah kisanak  perhatikan indahnya matahari di upuk senja? Jika hari sudah senja, artinya tiada lama lagi malam akan tiba. Terpaksa atau tidak terpaksa indahnya  senja  akan terseret gelapnya malam.  Bukankah  teramat singkat dan cepat. Begitu pula kehidupan kita di dunia ini.”
Pangeran Modang diam sejenak, Pangeran Modang, Sunan Geseng,  dan yang  lainnya  hanya menghela napas dalam-dalam.  Tiada  salahnya yang  diucapkan  Syekh Siti Jenar. Meski  demikian  mereka  tidak boleh  hanyut terbawa arus pembicaraannya. Apa pun yang  terjadi, Syekh  Siti  Jenar tetap merupakan musuh Negara  dan  Agama  yang perlu mendapatkan hukuman.
“Cukup,  Syekh!” sentak Pangeran Modang memecah keheningan  sejenak.

“Andika diseret ke Demak bukan untuk berbicara tentang kehidupan. Semua orang tahu itu! Perlu andika ketahui! Andika digiring ke Demak Bintoro tiada lain untuk dipenggal!”
“Pangeran?” sela Sunan Geseng pelan.

 

Bersambung……

P :  Berlayar wahai perahu
naik sampan tanpa galah
slamat datang digubukku
meski tidak begitu indah

T : Meski sauh tanpa galah
tapi kita sampai jua
trimakasih tuan rumah
sambutan teramat ramah

P : Tak mengapa tanpa galah
kalau tetap sampai jua
bukan hanya ramah tamah
memang itulah adanya

T : Galah pun hanya dibawa
hanya untuk putri tuan
tak usah tuan merendah
tuan paling bahagia

Keterangan:

- P = Pribumi
- T = Tamu

Bersambung…………….

Seandainya penghipnotis berhadapan dengan korban terutama dengan jalan menatap matanya. Jika penghipnotis sedikit menggelengkan kepala, biasanya si korban pun akan mengikuti gelengan tadi. Tandanya orang tersebut sudah terpengaruh. Jika hal tadi terjadi artinya penghipnotis akan dituruti setiap ucapannya oleh si korban.

Namun hipnotis bukan hal yang mutlak bisa mengenai/mempengaruhi setiap orang. Kecenderungan orang yang dapat dihipnotis, hanyalah yang “mau” dihipnotis. Pertanyaannya? Apakah korban perampasan barang dengan cara dihipnotis korbannya “mau”? Jawaban menurut ilmu hipnotis, “ya”.  Tapi kenapa si korban setelah diambil barang-barangnya baru menyesal? Kenapa mau dihipnotis? (Jika yang memiliki ilmu hipnotis digunakan untuk kejahatan).

“Mau”, disini bukan berarti bersedia dirampok, atau memberikan barang secara cuma-cuma. Namun si korban memiliki daya “mau” dalam arti membiarkan pengaruh hipnotis itu lolos. Mengapa? (nanti akan kita urai).

Sebelum penulis memberi tahu cara menguasai ilmu hipnotis, akan mengulas dulu bahwa tidak setiap orang dapat dihipnotis. Para penghipnotis akan mudah memasukan kekuatan hipnotisnya pada orang yang “bersedia” dihipnotis. Jika seandainya tidak? Maka ada cara lain bagi penghipnotis supaya bersedia? (untuk hipnotis hiburan, permainan).

Bersambung…….

1.Allahu Akbar Allahu Akbar
Takbir mulai bergema, menyeruak ke angkasa menembus gelapnya malam
Seiring hati bahagia, kembali pada fitrah
Selamat idul fitri 1430 H, mohon maaf lahir dan batin

2. Takbir, tahmid, tahlil ‘tlah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya. Esok pagi menyambut hari yang fitri, selamat hari lebaran 1430 H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin

3. Kegembiraan ‘tlah bergema memecah keheningan. Kalimat-kalimat suci pertanda bahagia, umat islam menyambut kemenangan. Melukar belenggu dosa, melepas ikatan dengki, menebar cinta serta maaf dan memaafkan. Selamat idul fitri 1430 H, taqaballahu mina wa minkum

4. Tiada gembira yang menggelora, tiada senang yang mengangkasa, selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya. Taqaballahu mina wa minkum, selamat idul fitri 1430 H, minal ‘aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin

5. Matahari tampak berseri, takbir, tahmid, tahlil tiada henti menyambut hari yang fitri, kita berada di antara lautan jemaah menjemput bahagia kembali pada fitrah. Selamat idul fitri 1430 H, taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin

6. Andai hati berbalut dengki, andai tingkah membuat marah, mohon maaf lahir dan batin. Selamat idul fitri 1430 H, minal ‘aidzin wal faizin

7. Jika telinga salah mendengar, andai janji tak ditepati, meski tangan tak bersambut, mohon saling memaafkan. Selamat idul fitri 1430 H, taqaballahu mina wa minkum

Kalau hendak pasang pelana
tidak usah saat malam
Tahmid takbir ‘tlah bergema
menyeruak belah malam

Jika kita beli bata
jangan lupa terus ditata
tahlil menembus angkasa
malam fitri telah tiba

Masak gule di perigi
untuk esok kita makan
kita songsong esok pagi
demi sambut kemenangan

Jika kita pergi zarah
jangan lupa bawa makan
hari fitri smoga fitrah
saling maaf-memaafkan

Kalau makan dengan lalap
sudah pasti kita lahap
jika pernah ada khilap
smoga pula ada maaf

Jika kita bersedekah
fakir miskin tersantuni
jika pernah ada salah
smoga pula diampuni

Kalau kita tanam padi
jangan lupa tanam pala
kita ikrar hari fitri
tiada cerca serta dosa

Andai hendak beli rusa
janganlah ke pasar unta
moga amal kita smua
diterima oleh Allah

Hipnotis mempengaruhi bagian otak yang memproses pergerakan tubuh. Akibat dari hipnotis, bagian otak yang seharusnya memerintahkan penggerakan tubuh mengabaikan input dan malah mendengarkan perintah dari penghipnotis.

Orang yang terkena pengaruh hipnotis kehilangan konsentrasi sadarnya,sehingga dapat dengan mudah diperintah apa saja oleh si penghipnotis.

Pikiran serta daya imajinasinya tergiring dalam setiap ucapan pelaku. Misalnya, udara disini sangat panas berkeringat, atau kamu menggigil kedinginan, buka jam tangan dan diminta akan dikasihkan.

Ketika pengaruh hipnotis telah hilang, bahkan apa yang dilakukannya diluarkesadaran. Padahal sebenarnya orang yang terkena pengaruh hipnotis tidak berarti lupa seratus persen. Dia seolah-olah harus berbuat seperti halnya berada dalam alam mimpi, namun mengikuti segala ucapan penghipnotis. Kehilangan daya kontrol normal, terbang bersama imajinasi, sulit untuk menghindar.

Pelaku hipnotis, dengan beragam cara untuk melakukan hipnotisnya agar mengenai sasaran. Bisa dengan cara menatap mata korban, bisa dengan jalan disentuh, atau memperlihatkan benda yang diputar, dan lain-lain. Itu semua dilakukan untuk memasukan pengaruh hipnotis.

Lalu ciri orang yang sudah terkena pengaruh hipnotis, bagi penghipnotis akan nampak jelas….
Bersambung……….

Ketua KPU Pusat Hafiz Anshary menilai bahwa Pemilu 2009 jauh lebih cerdas dibandingkan dengan Pemilu 2004 karena menggunakan pulpen dengan tinta warna biru untuk menentukan suara sah.
         
Diungkapkannya, dengan menggunakan paku dan harus mencoblos terkesan menunjukkan kekerasan. “Kalau umum dicoblos di beberapa daerah ada yang menyebut ditusuk dan lainnya yang merupakan simbol-simbol kekerasan, akhirnya kita gunakan pulpen yang lebih cerdas,” katanya.
    
Hafiz menjelaskan, suara yang dianggap sah adalah satu tanda pada nama caleg atau lambang partai. Tanda selain contreng (v) seperti o, x, dan lain sebagainya dianggap tidak sah.
    
“Dua penandaan akan menjadikan suara tidak sah, akan tetapi jika tercoblos dinyatakan menjadi suara sah,” katanya.
    
Kenapa KPU menetapkan contreng sebagai tanda pemilih sah karena lebih umum dan lazim digunakan. Selain itu, waktu yang diperlukan juga lebih sedikit dibanding harus memberi tanda silang atau lainnya. (dikutif dari berbagai sumber)

Baiklah sebebelum memasuki bahasan pokok, kita bercerita dulu tentang ilmu lain, misalnya ilmu sihir, menaklukkan jin, sebaliknya manusia takluk kepada jin (yang bisa melahirkan ilmu sihir, gendam, pelet, santet dan sebangsanya). Ilmu sihir sangat populer pada zaman Fir’aun, hampir seluruh pengikutnya mengusai ilmu tersebut dengan level sangat tinggi. Namun semua sihir yang dipertontonkan mereka dihadapan Fir’aun untuk menaklukkan Nabi Musa as., seluruhnya tidak mempan melawan mujijat yang diturunkan Allah kepada Musa (mujijat tidak bisa dipelajari).

Sihir tidak berlaku di zaman Nabi Sulaiman as., karena seluruh jin, baik yang muslim atau pun yang kafir berada dibawah kekuasaan Nabi. Disitu jin semuanya tunduk kepada sang Nabi atas kehendak Allah, sehingga bisa disuruh apa saja. Tidak satu pun dari bangsa jin yang bisa membantah Nabi Sulaiman as.

Selain ilmu tersebut di atas ada pula ilmu kanuragan, yang mengandalkan fisik, strategi dan keahlian beladiri. Misalnya di Zaman Nabi Muhammad SAW., yang menganjurkan umatnya untuk belajar naik kuda, memanah, beladiri (berperang/kanuragan). Sehingga di lingkungan muslim terkenal Jendral yang tidak pernah kalah menghadapi musuh, yaitu Khalid bin Walid, selain ahli strategi juga ahli beladiri dan mengendarai kuda.

Kemudia pada zaman berikutnya, di Indonesia penulis pernah memperhatikan beberapa pesantren yang ternyata di dalamnya diajarkan pula beragam ilmu kanuragan atau beladiri. Tapi bukan tujuan untuk menyombongkan diri dan berbuat keonaran, hanya sekedar untuk bekal bela diri. Hanya sekedar Contoh yang mudah dan supaya tidak termasuk ria/takabur/sombong, lihatlah gambaran si Pitung, seorang santri, lihat pula para Kiai/ulama dalam film Mak Lampir, mereka rata-rata jago kanuragan/beladiri. Itu hanya sekedar contoh tentang sebuah gambaran nyata, yang tidak seharusnya menyebutkan pesantren mana, kiai mana, perguruan mana. (Jika tidak setuju boleh berkomentar).

Sekarang kita kembali pada pokok permasayalahan yang akan kita urai, kita bahas bersama. Penulis mengupas dan membahas seperti yang tertulis pada judul di atas bukan bertujuan macam-macam, namun hanya satu macam saja, yaitu ingin berbagi pengalaman….mudah-mudahan sama…kalau berbeda harap maklum, mungkin kita berbeda jalan ketika menuju sesuatu….

Bersambung………

Tulisan Sebelumnya »